Kamis, 29 Oktober 2015


Kepulauan Derawan, mendengar nama itu, apa yang ada dibenak kita? Pantai putih nan eksotis, air laut yang biru, atau terumbu karang yang indah? Dan Kepulauan Derawan ini terletak di Kalimantan Timur Borneo. Kepulauan Derawan merupakan salah satu destinasi favorite saya di Indonesia. Karena Kepulauan ini menyimpan banyak destinasi wisata yang eksotis dan membuat betah orang berlama lama disini.


Bagi wisatawan yang berada di luar Kalimantan, tentu harus melaui jalur udara untuk bisa sampai ke Balikpapan, gerbang utama dari perjalanan menuju pulau Derawan. Setelah tiba di Balikpapan, perjalanan memiliki dua pilihan :

1. Lewat Tarakan, kelebihannya lebih murah dan banyak pilihan penerbangannya. Namun akan memakan waktu lama pada saat penyebrangan menuju pulau Derawan dan harus menyewa speedboat. Jalur ini cocok bagi anda yang pergi bersama rombongan.
2. Lewat Berau, banyak tersedia mobil travel yang siap mengantarkan ke Tanjung Batu dan speedboat penyebrangan umum ke pulau Derawan mudah didapatkan. Lewat Berau lebih cocok bagi solo treveler.

Bagi Anda yang menggilaidiving atau snorkeling dan ingin bermain-main dengan aman bersama ubur-ubur yang tak menyengat di danau air payau (yang hanya ada dua saja di dunia) maka menyambangi Pulau Kakaban wajib masuk dalam agenda wisata Anda. Pulau Kakaban adalah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam kelompok Kepulauan Derawan dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Berau, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Keberadaan Danau Kakaban adalah salah satu alasan utama wisatawan berkunjung ke pulau yang tak berpenghuni ini. Pasalnya, danau air payau tersebut memiliki ekositem yang unik (endemik) hasil evolusi dan melibatkan proses kimia, fisika, dan biologi yang rumit dan panjang selama ribuan tahun. Telah banyak peneliti dari dalam dan luar negeri mencoba memecahkan misteri tentang bagaimana sebuah ekosistem danau yang terisolasi dapat menjadi rumah bagi hewan dan tumbuhan endemik yang hidup di dalamnya. Danau endemik sekira 2,6 x 1,5 kilometer ini menjadi rumah bagi jutaan ubur-ubur yang kehilangan kemampuan menyengat, algae yang menjadi karpet di dasar danau, anemon yang berwarna putih dan memangsa ubur-ubur, ikan-ikan, dan biota endemik lainnya. Tercatat hanya ada dua danau air payau jenis ini di dunia: Danau Kakaban di Kepulauan Derawan dan Jellyfish Lake di Palau, Micronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik.

 

0 komentar:

Posting Komentar